IHSG

Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 2 Maret 2026

Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 2 Maret 2026
Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 2 Maret 2026

JAKARTA - Awal pekan ini pasar saham domestik menghadapi dinamika yang tidak ringan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin, 2 Maret 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah meningkatnya risiko geopolitik global setelah pecahnya perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Situasi tersebut memicu kehati-hatian pelaku pasar sekaligus membuka peluang pada sektor-sektor tertentu.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi memproyeksikan IHSG akan mengalami konsolidasi. "IHSG pekan ini berpotensi bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi dengan support di 8.031 dan resistance di 8.437," ujar Imam dikutip dari Antara.

Dampak Konflik Timur Tengah ke IHSG

Menurut Imam, eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) meningkatkan premi risiko global, terutama seiring berkembangnya situasi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

"Ketidakpastian ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi, yang biasanya memicu rotasi dana ke aset safe haven dan menekan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia," ujar Imam.

Kendati demikian, kenaikan harga minyak dan batu bara justru dapat menjadi penopang sektor energi dan pertambangan domestik, khususnya apabila harga komoditas mampu bertahan tinggi. Indonesia sebagai eksportir batu bara dan sejumlah komoditas energi dinilai berpotensi diuntungkan dari sisi peningkatan harga jual rata-rata serta perbaikan margin emiten terkait.

"Dalam kondisi global yang tidak pasti, saham berbasis komoditas sering kali menjadi proxy lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi global," ujar Imam.

Namun, Imam mengingatkan bahwa eskalasi konflik yang memicu lonjakan harga energi secara tajam dan berkepanjangan berisiko meningkatkan inflasi global dan tekanan nilai tukar rupiah. Kenaikan harga minyak yang signifikan juga berpotensi memperbesar tekanan pada neraca transaksi berjalan melalui peningkatan nilai impor migas, sekaligus meningkatkan volatilitas rupiah.

"Jika rupiah melemah dan imbal hasil obligasi global naik maka volatilitas IHSG bisa meningkat karena investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko," ujar Iman.

Pergerakan IHSG Pagi Ini

Pada pukul 10.12 WIB, IHSG tercatat melemah 1,42% ke level 8.118,457. Tekanan jual juga terjadi pada indeks utama lainnya. LQ45 turun 1,37% ke 822,920 dan IDX30 melemah 1,38% ke 433,770.

Indeks berbasis keberlanjutan turut terkoreksi. SRI-KEHATI turun 1,34%, ESGSKEHATI melemah 0,94%, dan ESGQKEHATI terkoreksi 1,31%. Indeks saham syariah juga bergerak di zona merah, dengan ISSI turun 1,04%, JII melemah 0,58%, dan JII70 turun 0,33%.

Secara sektoral, tekanan terdalam terjadi pada saham siklikal. IDXCYCLIC anjlok 4,48%, diikuti IDXNONCYC turun 2,30%, IDXPROPERT melemah 2,53%, dan IDXTECHNO turun 2,46%. Sektor keuangan pun tertekan dengan IDXFINANCE melemah 1,96%, sementara IDXHEALTH turun 1,58%.

Di tengah pelemahan luas tersebut, sektor energi menjadi pengecualian. IDXENERGY justru menguat 1,92% ke level 4.260,645, sejalan dengan penguatan harga komoditas energi global. Indeks saham menengah seperti IDXSMC-LIQ naik 0,62% dan IDXVESTA28 menguat 0,30%.

Rekomendasi Saham Sinarmas Sekuritas

Sinarmas Sekuritas dalam riset hariannya menjagokan sejumlah saham pada perdagangan hari ini.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) – Speculative Buy
Last price: 905
Target price: 935–960
Entry price: 875–910
Stop loss: 840

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) – Speculative Buy
Last price: 855
Target price: 880–905
Entry price: 820–860
Stop loss: 785

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Hold
Last price: 4.350
Target price: 4.350–4.650
Entry price: 4.170 (20 Februari)
Stop loss: 3.900

PT Astra International Tbk. (ASII) – Hold
Last price: 6.675
Target price: 7.100–7.475
Entry price: 6.700 (11 Februari)
Stop loss: 6.300

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) – Speculative Buy
Last price: 1.725
Target price: 1.815–1.900
Entry price: 1.675–1.730
Stop loss: 1.615

Rekomendasi Saham BRI Sekuritas

BRI Sekuritas memperkirakan area support IHSG berada pada 8.150—8.100 dan resistance di 8.350.

PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) direkomendasikan dengan area beli Rp1.650—Rp1.700, target Rp1.775—Rp1.835, dan stop loss di bawah Rp1.550.

”Sentimen tambahannya adalah para analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga US$100 setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang membuat Timur Tengah terjerumus ke dalam perang baru,” tulis Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda.

BRI Sekuritas juga merekomendasikan buy PT Elnusa Tbk. (ELSA) pada Rp830—Rp850 dengan target Rp890—Rp925 dan stop loss di bawah Rp800.

Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) direkomendasikan buy pada Rp3.500—Rp3.700 dengan target Rp3.840—Rp3.960 dan stop loss di bawah Rp3.450. Menurut analis, MDKA tengah pullback dengan support di Rp3.460—Rp3.650 dan berpeluang melanjutkan penguatan.

Sebaliknya, BRIDS merekomendasikan sell PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) karena telah mengalami breakdown dari MA200 dan support penting di Rp87.475—Rp83.875, dengan potensi pelemahan hingga Rp75.250 per saham.

Secara keseluruhan, arah IHSG dalam jangka pendek sangat bergantung pada perkembangan konflik global dan stabilitas harga energi. Jika kenaikan harga komoditas bersifat terkendali, sektor energi dan pertambangan berpotensi menjadi penopang indeks. Namun, apabila berubah menjadi tekanan inflasi yang lebih luas, volatilitas pasar saham domestik diperkirakan tetap tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index